Allah melapangkan bagimu, supaya engkau tidak selalu dalam kesempitan& Allah menyempitkan bagimu supaya engkau tidak hanyut dalam kelapangan& Allah melepaskan engkau dari keduanya,supaya engkau tidak bergantung kepada sesuatu selain ALLAH.ALLAH.ALLAH
Tuesday, October 12, 2010
Siapa Yang Tidak Memerlukan Pembimbing 'aka' (Mursyid)?
Assalamualaikumu semua... dgn ini saya tertarik dgn post yg dibuat oleh admin jalansufi,facebook:http://www.facebook.com/home.php?#!/notes/jalansuficom/siapa-yang-tidak-memerlukan-pembimbing-aka-mursyid/138030406245248.
jadi pada pagi ini saya ingin cuba dedahkan penjelasan yg dibuat oleh beliau ini amat sesuai untuk tontonan umum.....memandangkan penceritaannya sejajar dengan kefahaman saya jugak.....oleh itu marilah sama-sama kita membacanya dan mencari disebalik rahsianya:
"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun(mursyid) yang dapat memberi petunjuk kepadanya".....Al-Kahfi (Goa)-17
Dalam Futhuh al Ghaib, Syekh Abdul Qadir al Jailani menulis syair berikut :
Jika takdir membantumu atau kala menuntunmu
kepada Syekh yang jujur dan ahli hakikat
maka bergurulah dengan rela dan ikutilah kehendaknya
Tinggalkan apa yang sebelumnya engkau lakukan
Sebab menentang berarti melawan
Dalam kisah Khidir yang mulia terdapat cakupan
Dengan membunuh seorang anak dan Musa mendebatnya
Tatkala cahaya subuh telah menyingkap kegelapan malam
Dan seseorang dapat menghunus pedangnya
Maka Musa pun meminta maaf
Demikian keindahan di dalam ilmu kaum sufi…..
Sebagian kita mungkin sudah sering mendengar tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang yang mengaku paling “islami” bahwa tasawuf adalah ilmu diluar islam, pembuat bid’ah, syirik dan lain sebagainya dan karena yang menyampaikan pendapat ini orang berlatar belakang pendidikan agama yang lumayan (baca: syariat), alumni arab Saudi atau mesir dengan sekian banyak title sehingga masyarakat awam dengan mudah langsung percaya. Sebagian mereka tidak tahu bahwa Arab Saudi bukan lagi menjadi tempat berkumpulkan berbagai macam mazhab akan tetapi telah menjadi corong bagi mazhab tunggal yang baru muncul di abad ke 17 yaitu mazhab wahabi.
Saya tidak membahas tentang tuduhan-tuduhan tersebut dan saya rasa itu tidak ada menfaatnya sama sekali. Kesempatan ini saya ingin menyampaikan informasi akan pentingnya belajar tasawuf/thariqat agar kita boleh merasakan nikmatnya beragama.
Belajar tasawuf ada dua jenis, yaitu secara Teori dan Praktek. Secara teori telah diajarkan di pondok, bahkan anda bisa menjadi seorang profesor tasawuf tanpa anda harus mempraktekkan zikir dan dibimbing oleh mursyid. Namanya juga teori tentu yang didapatkan hanya teori saja.
Belajar tasawuf sebenarnya harus mempunyai pembimbing rohani, bukan saja mengajarkan anda tapi juga membimbing anda agar sampai kehadirat-Nya karena inti tasawuf adalah bagaimana seorang boleh berhampiran dengan Allah SWT. Tentang hal ini Abu Ali ats Tsaqafi berkata, “Seandainya seseorang mempelajari semua jenis ilmu dan berguru kepada banyak ulama, maka dia tidak sampai ke tingkat para sufi kecuali dengan melakukan latihan-latihan spiritual bersama seorang Syeikh yang memiliki akhlak yang luhur dan dapat memberinya nasehat-nasehat. Dan barang siapa yang tidak mengambil akhlaknya dari seorang Syeikh yang memerintah dan melarangnya, serta memperlihatkan cacat-cacat dalam amalnya dan penyakit-penyakit dalam jiwanya, maka dia tidak boleh diikuti dalam memperbaiki muamalah”.
Jadi tasawuf adalah ilmu praktek dan tentu saja memerlukan pembimbing yang ahli dibidangnya, tanpa adanya pembimbing rohani maka segala praktek yang dilakukan sudah pasti akan disesatkan setan. Abu Yazid Al-Bisthami berkata, “Barang siapa yang menuntut ilmu tanpa berguru, maka wajib syetan gurunya.”
Apabila jalan kaum sufi dapat dicapai dengan pemahaman tanpa bimbingan seorang Syekh, niscaya orang seperti Imam Al-Ghazali dan Syekh Izzuddin ibn Abdussalam tidak perlu berguru kepada seorang Syekh. Sebelum memasuki dunia tasawuf, keduanya pernah berkata, “Setiap orang yang mengatakan bahwa adalah jalan memperoleh ilmu selain apa yang ada pada kami, maka dia telah berbuat kebohongan kepada Allah.”. Zaman sekarang kita juga sering mendengar pendapat seperti itu, tidak mengakui ilmu selain yang mereka pelajari (syariat) dan menganggap orang-orang yang mempunyai kemampuan bathin, ilmu laduni dan lain sebagainya sebagai pembohong.
Akan tetapi, setelah Imam Al-Ghazali dan Syekh Izzuddin ibn Abdussalam yang tadinya hanya belajar syariat kemudian memasuki dunia tasawuf keduanya berkata, “Sungguh kami telah menyia-nyiakan umur kami dalam kesia-siaan dan hijab (tabir penghalang antara hamba dan Tuhan).”
Orang yang bisa menemukan kebenaran bukanlah orang yang banyak membaca buku karena terkadang semakin banyak yang dipelajari justru tanpa sadar menjadi Hijab antara kita dengan Allah. Hanya kerendahan hati dan sikap mau belajar dan mencari yang menyebabkan seseorang menemukan Allah SWT, sebagai mana ucapan rendah hati Musa kepada Khidir, “Bolehkah aku mengikutimu, agar engkau mengajarkan kepadaku ilmu yang benar diantara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” (QS. Al Kahfi, 66). Juga pengakuan Ahmad ibn Hanbal bahwa Abu Hamzah al Baghdadi lebih utama darinya dan pengakuan Ahmad ibn Suraij bahwa Abu Qasim Junaid lebih utama darinya.
Imam al-Ghazali juag mencari seorang Syekh yang menunjukkannya ke jalan tasawuf, padahal ia adalah Hujjatul Islam. Begitu juga, Syekh Izzuddin ibn Abdussalam berkata, “Aku tidak mengetahui Islam sempurna kecuali setelah aku bergabung dengan Syekh Abu Hasan Asy Syadzili”. Abdul Wahab Asy Sya’rani berkata, “Apabila kedua ulama besar ini, yakni al-Ghazali dan Syekh Izzuddin ibn Abdussalam, padahal keduanya adalah orang yang memiliki ilmu pengetahuan luas tentang syariat, maka orang selain mereka lebih memerlukan lagi.”
Dalam hal ini al Qur’an memberikan petunjuk kepada kita semua untuk mencari orang-orang yang telah di beri petunjuk oleh Allah SWT sebagaimana firman Allah: “Sebenarnya al Qur’an itu adalah ayat-ayat nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu” (QS. Al ankabut : 49). “Dan ikutilah jalan orang yang telah kembali kepada-Ku” (QS. Lukman: 15) dan firman-Nya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar”. (QS. Taubah: 119). Diperkuat oleh hadist, “Jadilah kamu bersama Allah, apabila tidak bersama Allah jadilah kalian bersama orang yang sudah bersama Allah, maka sesungguhnya orang itu bisa membawamu kepada Allah” (HR. Abu Daud).
Dengan demikian, memiliki seorang pembimbing (mursyid) adalah suatu keharusan. Para sahabat sendiri mengambil ilmu dan amalan mereka dari Rasulullah SAW. Rasulullah SAW mengambil ilmu dan amalannya dari Jibril. Dan para tabi’in mengambil ilmu dan amalan dari para sahabat.
Setiap sahabat mempunyai para pengikut yang khusus. Ibnu Sirin, Ibnu Musayyab dan al A’raj, misalnya, adalah pengikut Abu Hurairah. Sementara Thawus, Wahhab dan Mujahid, adalah pengikut Ibnu Abas. Demikian seterusnya. Pengambilan ilmu dan amalan ini sangat jelas, sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat mereka.
Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak segera mencari Guru Pembimbing yang siap menuntun dan membimbing kita mencapai kebenaran hakiki. Carilah Guru yang benar-benar kamil mukamil, khalis mukhlisin sehingga dia bukan hanya berbicara tentang teori ketuhanan akan tetapi dengan keikhlasannya mampu membimbing anda kehadirat Allah SWT. Kalau anda bertanya siapakah Guru Mursyid yang kamil mukamil tersebut, saya tidak mampu menjawab karena khuatir jawaban saya akan menyinggung perasaan yang lain. Bagi setiap pengamal tasawuf mereka meyakini Guru mereka memiliki kemampuan untuk membimbing mereka dan tidak terkecuali Guru saya.
Abu Athailah As Sakandari dalam Latha’if al Minan, berkata, “Engkau tidak akan kekurangan mursyid yang dapat menunjukkanmu ke jalan Allah. Tapi yang sulit bagimu adalah mewujudkan kesungguhan dalam mencari mereka”.
Seorang penyair sufi berkata :
Rahasia Allah didapat dengan pencarian yang benar
Betapa banyak hal menakjubkan yang telah diperlihatkan kepada para pelakunya.
Ali al Khawas berkata dalam syairnya,
Jangan menempuh jalan yang tidak engkau kenal tanpa penunjuk jalan,
Sehingga engkau terjerumus dalam jurang-jurangnya.
Penunjuk jalan (Mursyid) akan dapat mengantarkan salik sampai ke pantai yang aman dan menjauhkan dari gangguan-gangguan selama di perjalanan. Sebab, penunjuk jalan (mursyid) sebelumnya telah melewati jalan itu dibawah bimbingan seseorang (mursyid sebelumnya) yang telah mengetahui seluk beluk jalan tersebut, mengetahui tempat-tempat berbahaya dan tempat-tempat yang aman dan terus menemaninya sampai akhirnya dia sampai di tempat yang dituju. Kemudian orang tersebut memberikan izin untuk membimbing orang lain.
Menutup tulisan ini saya mengutip Syair dari Ibnu Al-Banna yang menjelaskan tentang kedudukan kaum sufi yang telah melakukan perjalanan menuju Allah dan setelah sampai disana mememberikan kabar kepada orang lain untuk menuju kesana dengan selamat.
Kaum sufi tidak lain sedang melakukan perjalanan
Ke hadirat Tuhan Yang Maha Benar
Maka mereka memerlukan penunjuk jalan
Yang benar-benar mengenal seluk beluk jalan itu
Dia telah melalui jalan itu, lalu dia kembali
Untuk mengabarkan apa yang telah didapat.
AKHIRNYA: ADA RUANGAN KOMEN-KOMEN AHLI FACEBOOK UTK TATAPAN SEMUA.
#
Putera darul aman:
Alhamdulillah..smoga Allah memanjangkan umur dan memberkati guru ku..
Isnin pada pukul 2.12 ptg melalui Facebook Mudah Alih:
Za Hafiza:
apabila kita ingin mencari mursyid, harusnya niat itu benar-benar ikhlas dan jujur - bukan dengan niat mencari pengetahuan; tetapi niat-lah untuk mengenal ALLAH. mursyid ada hak untuk menolak bergabung; jadi sekiranya tertolak - jangan s...alahkan mursyid itu kerana ia melakukannya bukan menurut hawa nafsu.
pernah berkata seorang mursyid pada zamannya, setelah menolak untuk bergabung dengan seorang pangeran: "ilmu yang akan kuberikan kepadanya ibarat 40 telaga air, sedangkan sekiranya ia minum dari setimba air sahaja itu sudah cukup membuatnya sesak - kerana setimba air itu (bagiku) cukup untuk 40 orang minum."
tidak semua manusia mampu memegang dan menanggung rahsia ini. :)))
Isnin pada pukul 3.10 ptg
Mohd Afzamiziey:
al-quran pun sdh menceritakan kpd kita dgn jelas.semulia2 nabi musa, sebaik2 nabi musa pun disuruh oleh allah utk blajar n berguru dgn saidina khidr,sdgkan kalau nk ikut darjat nabi musa adalah nabi yg blh berinteraksi secara langsung dgn allah dan saidini khidr ada wali.inikan pula kita sbgai manusia biasa yg tdk mahu berusaha mencari guru tersebut. Kan!kan!kan! Harap mohon pencerahan lg kalau ada terkasar bhs,Isnin pada pukul 3.19 ptg.
Pesbuk Scuk:
za:...hmmm ada rahsia2 ker?...tidak mungkin YG MAHA NYATA main sembunyi2 lak?...
mohon pencerahan...Isnin pada pukul 3.48 ptg
Kubukansape Sape:
penin penin.....Isnin pada pukul 4.00 ptg
Nik Marzuki:
Ia main sembunyi sembunyi dgn MUHAMAD ( dekat kasih hebat,sempurna,complete ciptaan allah ttg muhamad )dali inilah memerlukan kita berguru mursid bermula dgn wakil rasullah sebelum di akhiri dgn bermursidkan rasullah bergantung pada syarat dan termanya
Isnin pada pukul 4.40 ptg
Zamri Katijan:
aku bersetuju... Allah bersembunyi dalam muhammad dan muhammad penyata sifat Allah di dunia.Isnin pada pukul 5.27 ptg
Pesbuk Scuk:
aduh...pening2 gak...mohon pencerahan lagik...Isnin pada pukul 6.02 ptg.
Kubukansape Sape adus...
Isnin pada pukul 6.07 ptg
Muhammad Yasir:
mohon pendapat.....mcm na nak cari mursyid untuk tasawuf ......ana ingin nak berguru ....nak hampir betol2 dgan allah.....harap penjelasan.......Isnin pada pukul 6.44 ptg
Mohd Hazahar:
kn kthui dulu apa cri2 guru mursyid......pesbuk Scuk: Rahsia Allah itu dilarang dicritakan.. ttpi, org2 plhan Allah saja yg dpt mgthui rahsianya itu.. kufur bila dicrtakan.. ingin ku khabarkan disni skdar pgtahuiku.. ttpi tdk akan akan ditrma ...akal yg waras.Isnin pada pukul 10.22 ptg
Shahmix Mat Nor:
maaf jika belum arif utk mengatakan ini...sy masih lagi merakak... tapi sebagaimana yg belaku pada diri sendri..mohonlah petunjuk dan bantuan dariNya utk mendapatkan guru yg blh membimbing..jika saudara benar2 memohon ibarat org kehausan..insyallah akan dipertemukan...jika hanya berkehendak dari luar sahaja...rasa saya boleh pening kalo mengaji pon...ilmu dapat tapi nak jalan pening...Isnin pada pukul 10.57 ptg
Rain Saiful serikandi ana:
bgus la lau cm 2.pndok pasir tmboh mmg tmpt yg tbaik tuk mgaji ilmu2 spti ni. insyaAllah,mudah2n bjaya.Isnin pada pukul 11.52 ptg.
Rooshdee Ghazali:
Satu pjlasn yg mnarik & myntuh.Trima ksh buat Admin.Semalam pada pukul 12.22 pagi
Nik Marzuki @muhamad yasr:
Allah lebih dekat dari urat halkum cara nak berguru caari guru yg dapat membimbing menukar sifat mu kepada sifat ASALMU iaitu MUHAMAD sembahyang hajat t/malan minta berkat rasullah dan wakilnya agar di ketemui guru yg berciri di atas.Semalam pada pukul 7.58 pagi
jalansufi.com:
cari guru... -akukosong 6 jam yang lalu
Za Hafiza:
DIA-lah yang dzahir, dan DIA-lah yang batin. nyata-NYA ada yang mampu dilihat/difahami sebatas penglihatan dan akal manusia, dan nyata-NYA juga ada yang menjadi 'rahsia'.
kerana ALLAH ingin dikenali, maka ia menyatakan diri-NYA (ta'ayyun, ...iaitu nyata). dan ta'ayyun ini dibahagikan kepada 4 martabat.ta'ayyun awwal: ilm,wujud, syuhud, dan nur. ta'ayyun thani: ma'lum(a'yan tsabitah dn ruh idafi). ta'ayyun taslist: ruh. ta'ayyun rabi' dan khamis: jasmani.
hanya DZAT ALLAH sahaja yang LA TA'AYYUN yakni tiada nyata kerana akal, fikiran, perkataan, pengetahuan dan makrifat manusia tidak sampai kepada-NYA.3 jam yang lalu.
Za Hafiza:
apakah yang paling dekat dengan seorang manusia? itu-lah mati. dan, dikatakan ALLAH itu lebih dekat dari urat leher kamu sendiri. kenapa urat leher yang dijadikan permisalan dalam hal ini?
sesungguhnya - untuk mengenal ALLAH, seeorang itu... harus mati. matikan segala keinginan duniawi dan ukhrawi. supaya yang tinggal dlm hatinya adalah ALLAH semata-mata.3 jam yg lalu
Nik Marzuki:
mati makmawi yg mengikut burung hud hud hanya sedikit yg sampai oleh mati lah kamu sebelum kamu dimatikan berpandu kan MEREKA DIJALAN YG LURUS BUKAN JALAN YANG SESAT.lebih kurang sejam yang lalu
Mohd Afzamiziey:
assalamualaikum tuan ADMIN.....saya nk mintak izin nk masukkan post ni ke dlm blog saya....blh yer?....supaya aotumatiknya dia akan keluar semua kat fb....
Thursday, September 23, 2010
PEMBUKAAN MELALUI LINTASAN HATI
Sebagaimana ada seorang wali besar berkata: lintasan hati manusia ada 4 jenis.
1)Dari allah.
2)Dari malaikat.
3)Dari diri sendiri.
4)Dari syaitan.
Ilham dari allah memberi peringatan.Ilham dari malaikat ialah gesaan supaya taat dan patut.Ilham dari diri sendiri ialah untuk memuaskan nafsu dan Ilham dari syaitan ialah supaya sentiasa kepada maksiat.
Dengan "cahaya tauhid" dpt menerima ilham dari allah, melalui doa dan amalan.
"cahaya makrifat" dpt menerima ilham dari malaikat, melalui istiqamah dengan istiqfar.
"cahaya keimanan" diri sendiri dapat dikawal daripada keinginan yg merosakkan melalui rajin berselawat.
"cahaya islam" dapatlah ditolak bisikan dari syaitan melalui selalu berdamping dengan para wali serta memohon pertolongan dari mereka.
Maka benarlah dengan apa yg diperkatakan oleh wali tersebut bahawa : "Ramai orang tidak berubah bukan kerana mereka tidak mahu berubah, tetapi mereka tidak tahu atau tidak nampak keperluan untuk berubah".
Selama itulah hidupnya tidak memberi makna untuk mencapai kebahagiaan serta ketenangan yang abadi.
1)Dari allah.
2)Dari malaikat.
3)Dari diri sendiri.
4)Dari syaitan.
Ilham dari allah memberi peringatan.Ilham dari malaikat ialah gesaan supaya taat dan patut.Ilham dari diri sendiri ialah untuk memuaskan nafsu dan Ilham dari syaitan ialah supaya sentiasa kepada maksiat.
Dengan "cahaya tauhid" dpt menerima ilham dari allah, melalui doa dan amalan.
"cahaya makrifat" dpt menerima ilham dari malaikat, melalui istiqamah dengan istiqfar.
"cahaya keimanan" diri sendiri dapat dikawal daripada keinginan yg merosakkan melalui rajin berselawat.
"cahaya islam" dapatlah ditolak bisikan dari syaitan melalui selalu berdamping dengan para wali serta memohon pertolongan dari mereka.
Maka benarlah dengan apa yg diperkatakan oleh wali tersebut bahawa : "Ramai orang tidak berubah bukan kerana mereka tidak mahu berubah, tetapi mereka tidak tahu atau tidak nampak keperluan untuk berubah".
Selama itulah hidupnya tidak memberi makna untuk mencapai kebahagiaan serta ketenangan yang abadi.
BERKENAAN PERKARA LEBIH BAIK
Ahli-ahli sufi bersepakat bahawa allah melakukan apa saja yg dikehendaki terhadap hambanya dan menetapkan mereka apa saja yg ia mahu,samada itu lebih baik kepada mereka atau tidak, kerana hambanya itu adalah makhluknya dan perintah itu adalah perintah.
Allah berfirman dengan maksudnya:
"Dia tidak ditanya tentang apa yg diperbuatnya,tetapi merikalah yg akan ditanya"
(surah al-anbiya'-23).
Ahli-ahli alim ulamak umarak dan auliya' bersepakat bahasa semua urusan allah dengan hambanya seperti kemurahan, kesihatan, keselamatan, keimanan, panduan,kurniaan, hidayah adalah satu pemberian daripada allah belaka.Jika allah tidak melakukan itu semua, maka itupun blh juga baginya. tidak ada satu pun yg mewajibkan allah memberi semua yg tersebut itu, kerana jika allah dimestikan mengikut sesuatu tindakan,maka tidak layaklah bagi allah itu menerima segala pujian dan kesyukuran.
Kekuatan kekuasaan kemurahan kemuliaan allah tidak terikat dengan syarat mahupun rukun utk memberi sesuatu kebaikan atau kejahatan kepada hambanya, kerana allah bertindak di atas kemahuannya dan kehendaknya yang mutlak.Andai kita berputus asa, mengeluh, protes, memarahi allah di atas permintaan kita tidak ditunaikan.Dengan sendirinya tidak membawa apa-apa keuntungan untuk diri kita.
Golongan ahli soleh juga ada menyebut bahawa PAHALA dan DOSA itu bukanlah soal diambilkira sebagai utk membalas jasa bakti hambanya atau membalas jasa kejahatan itu. Sesuatu perkara yg patut diberi ganjaran pahala atau seksa sebenarnya adalah kerana KEHENDAK ALLAH SEMATA-MATA dengan sebab sifat Kemurahan dan keadilan ALLAH. Jadi dgn itu manusia tidak sepatutnya menerima azab yg kekal abadi akibat dari yg mereka telah lakukan dan kemudian mereka bertaubat, dan mereka juga tidak sepatutnya menerima pahala yg kekal dan mereka tidak terbatas kerana amalan baik yg terhad yg telah mereka lakukan.
Sesungguhnya hambanya perlu bersikap redha kepada KETENTUAN ALLAH dan bersedia dengan segala keputusan yang akan diterimanya.Pegangan yang betul perlu ada dalam diri hambanya adalah ALLAH membuat sesuatu itu bukanlah kerana sebab sesuatu. Kerana jika ada bersebab maka sebab itu ada pula sebabnya. Apabila ia bersebab menunjukkan tidak benar sama sekali,MAHA SUCI ALLAH DARI TERIKAT DENGAN SEBAB.
ampunilah dosa kami kerana memandang serong kepadamu ya allah!!!sesungguhnya sedikit sebanyak kami bersyukur dengan kefahaman dan hidayah yang engkau campakkan ke dalam hati kami ya allah!!!aminnnnnnnnnnnnnnnnnn
Allah berfirman dengan maksudnya:
"Dia tidak ditanya tentang apa yg diperbuatnya,tetapi merikalah yg akan ditanya"
(surah al-anbiya'-23).
Ahli-ahli alim ulamak umarak dan auliya' bersepakat bahasa semua urusan allah dengan hambanya seperti kemurahan, kesihatan, keselamatan, keimanan, panduan,kurniaan, hidayah adalah satu pemberian daripada allah belaka.Jika allah tidak melakukan itu semua, maka itupun blh juga baginya. tidak ada satu pun yg mewajibkan allah memberi semua yg tersebut itu, kerana jika allah dimestikan mengikut sesuatu tindakan,maka tidak layaklah bagi allah itu menerima segala pujian dan kesyukuran.
Kekuatan kekuasaan kemurahan kemuliaan allah tidak terikat dengan syarat mahupun rukun utk memberi sesuatu kebaikan atau kejahatan kepada hambanya, kerana allah bertindak di atas kemahuannya dan kehendaknya yang mutlak.Andai kita berputus asa, mengeluh, protes, memarahi allah di atas permintaan kita tidak ditunaikan.Dengan sendirinya tidak membawa apa-apa keuntungan untuk diri kita.
Golongan ahli soleh juga ada menyebut bahawa PAHALA dan DOSA itu bukanlah soal diambilkira sebagai utk membalas jasa bakti hambanya atau membalas jasa kejahatan itu. Sesuatu perkara yg patut diberi ganjaran pahala atau seksa sebenarnya adalah kerana KEHENDAK ALLAH SEMATA-MATA dengan sebab sifat Kemurahan dan keadilan ALLAH. Jadi dgn itu manusia tidak sepatutnya menerima azab yg kekal abadi akibat dari yg mereka telah lakukan dan kemudian mereka bertaubat, dan mereka juga tidak sepatutnya menerima pahala yg kekal dan mereka tidak terbatas kerana amalan baik yg terhad yg telah mereka lakukan.
Sesungguhnya hambanya perlu bersikap redha kepada KETENTUAN ALLAH dan bersedia dengan segala keputusan yang akan diterimanya.Pegangan yang betul perlu ada dalam diri hambanya adalah ALLAH membuat sesuatu itu bukanlah kerana sebab sesuatu. Kerana jika ada bersebab maka sebab itu ada pula sebabnya. Apabila ia bersebab menunjukkan tidak benar sama sekali,MAHA SUCI ALLAH DARI TERIKAT DENGAN SEBAB.
ampunilah dosa kami kerana memandang serong kepadamu ya allah!!!sesungguhnya sedikit sebanyak kami bersyukur dengan kefahaman dan hidayah yang engkau campakkan ke dalam hati kami ya allah!!!aminnnnnnnnnnnnnnnnnn
Friday, August 20, 2010
Entah apa benda puisi yg tercipta ini
Dulu.....apabila aku selalu melakukan kejahatan dan dosa,
diriku sentiasa rasa berkuasa tanpa memikirkan akibat diseksa,
pommm....aku rebah,lalu timbullah perasaan ingin insaf dr dosa,
Lalu aku mula sedar, terkurung di dlm bilik dgn rasa selesa,
Aku.....menghiasi kehidupan dgn amal ibadat dgn penuh sentosa,
Setelah merasakan sudah byk mengamalkan kebaikan, mcm rasa biasa,
Jadi...sampai bilakah utk merasai peningkatan keimanan jadi luarbiasa,
kalau beramal seorang diri tanpa merujuk kepada yg maha berkuasa,
Sedangkan hidupku dibawah kehendak yg maha Esa,
Hakikatnya, bukan diri kita yg hebat melainkan allah yg maha perkasa,
Jin syaitan iblis yg akan mengheret aku kpd berputus asa,
Maka oleh itu aku perlu berhati-hati setiap masa,
ikut rasa akan binasa
perlu berzikir sepanjang masa,
bermujahadah bermusyahadah tidak kira masa,
terciptalah nilai sabar dan ikhlas utk taat dan berjasa,
maka insyallah akan tenggelam diri dalam maha esa.
diriku sentiasa rasa berkuasa tanpa memikirkan akibat diseksa,
pommm....aku rebah,lalu timbullah perasaan ingin insaf dr dosa,
Lalu aku mula sedar, terkurung di dlm bilik dgn rasa selesa,
Aku.....menghiasi kehidupan dgn amal ibadat dgn penuh sentosa,
Setelah merasakan sudah byk mengamalkan kebaikan, mcm rasa biasa,
Jadi...sampai bilakah utk merasai peningkatan keimanan jadi luarbiasa,
kalau beramal seorang diri tanpa merujuk kepada yg maha berkuasa,
Sedangkan hidupku dibawah kehendak yg maha Esa,
Hakikatnya, bukan diri kita yg hebat melainkan allah yg maha perkasa,
Jin syaitan iblis yg akan mengheret aku kpd berputus asa,
Maka oleh itu aku perlu berhati-hati setiap masa,
ikut rasa akan binasa
perlu berzikir sepanjang masa,
bermujahadah bermusyahadah tidak kira masa,
terciptalah nilai sabar dan ikhlas utk taat dan berjasa,
maka insyallah akan tenggelam diri dalam maha esa.
Wednesday, August 18, 2010
WASIAT DITERIMA BERBEZA DARI SEGI TAHAP KEIMANAN
LIMA WASIAT DARI ALLAH S.W.T. KEPADA RASULULLAH S.A.W
Dari Nabi S.A.W."Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah tlh memberikan lima wasiat,antaranya :
1.Jgnlh engkau gantungkan hatimu kepada dunia krn sesungguhnya Aku tdk menjdikn dunia ini untuk engkau.
2.Jadikan cintamu kpdKu sbb tmpt kembalimu adalah kpdKu.
3.Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.
4.Putuskan hrpn dri makhluk krn sesungguhnya mrk itu sedikitpun tdk ada kuasa ditgn mrk.
5.Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud krn sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail.
Sebagaimana Sidi Syeikh Ibrahim bin Adham berkata,"Tlh dtg kpdku bebrp org tetamu dan aku tahu mrk itu adalah wakil guru tariqat.Saya berkata kpd mrk, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuat saya takut kpd Allah S.W.T.Lalu mrk berkata,"Kami wasiatkn kpd kamu 7 perkara,iaitu:
•Org yg byk bicaranya jgnlh kamu hrpkn sgt kesedaran hatinya.
•Org yg byk mkn jgnlh kamu hrpkn sgt kata-kata himat darinya.
•Org yg byk bergaul dgn manusia jgnlh kamu hrpkn sgt kemanisan ibadahnya.
•Org yg cinta kpd dunia jgnlh kamu hrpkn sgt husnul khatimahnya.
•Org yg bodoh jgnlh kamu hrpkn sgt akn hidup hatinya.
•Org yg memilih berkwn dgn org yg zalim jgnlh kamu hrpkn sgt kelurusan agamanya.
•Org yg mencari keredhaan manusia jgnlh hrpkn sgt akan keredhaan Allah drpdnya.
Dari Nabi S.A.W."Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah tlh memberikan lima wasiat,antaranya :
1.Jgnlh engkau gantungkan hatimu kepada dunia krn sesungguhnya Aku tdk menjdikn dunia ini untuk engkau.
2.Jadikan cintamu kpdKu sbb tmpt kembalimu adalah kpdKu.
3.Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.
4.Putuskan hrpn dri makhluk krn sesungguhnya mrk itu sedikitpun tdk ada kuasa ditgn mrk.
5.Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud krn sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail.
Sebagaimana Sidi Syeikh Ibrahim bin Adham berkata,"Tlh dtg kpdku bebrp org tetamu dan aku tahu mrk itu adalah wakil guru tariqat.Saya berkata kpd mrk, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuat saya takut kpd Allah S.W.T.Lalu mrk berkata,"Kami wasiatkn kpd kamu 7 perkara,iaitu:
•Org yg byk bicaranya jgnlh kamu hrpkn sgt kesedaran hatinya.
•Org yg byk mkn jgnlh kamu hrpkn sgt kata-kata himat darinya.
•Org yg byk bergaul dgn manusia jgnlh kamu hrpkn sgt kemanisan ibadahnya.
•Org yg cinta kpd dunia jgnlh kamu hrpkn sgt husnul khatimahnya.
•Org yg bodoh jgnlh kamu hrpkn sgt akn hidup hatinya.
•Org yg memilih berkwn dgn org yg zalim jgnlh kamu hrpkn sgt kelurusan agamanya.
•Org yg mencari keredhaan manusia jgnlh hrpkn sgt akan keredhaan Allah drpdnya.
Tuesday, August 17, 2010
Ting...ting... ting...jam menunjukkan ke pukul 2.00 pagi, selepas selesai menonton sebuah movie HBO....aku berehat sekejap dan terdiam lalu terfikir seketika........kenapa masyarakat Islam di Malaysia pada hari ini tidak didedahkan dan terdedah dengan satu pelajaran ilmu tasauf? Kenapa pula mereka yang sudah mendalami ilmu tasauf pun tidak dapat berbuat apa-apa? Kenapa mereka berdiam diri? Kenapa mereka tidak hebohkan kepada rakan-rakan dan saudara-mara?
Pada hari ini pula, kelihatan begitu suram dan tidak diminati oleh sesiapa saja, ramai yang beranggapan ianya suatu pelajaran yang pelik dan sukar utk dipelajari.Sebabnya ramai juga yang membawa ajaran ini ke arah yang tidak sesuai dengan kehendak semasa serta terlalu jauh dari sudut kehidupan duniawi, Ada juga pembawaan mereka seolah-olah jauh menyimpang dari kehendak syariat. Kenapa? Mengapa ini berlaku? Semuanya ini adalah disebabkan tahap pemikiran dan pemahaman masing-masing belum masak ranum di dalam jiwa masing-masing.
Sehubungan dengan itu, sejauhmana pula tahap keberkesanan pelajaran tasauf dalam kehidupan seseorang itu bila mereka belajar dan berguru ? Aku naik hairan dengan maklumat yang aku terima daripada kawan-kawan bahawa ilmu tasauf sukar diterima oleh generasi sekarang dalam maksud 15 tahun kedepan ini, kerana mereka menganggap bahawa keseronokan, kegembiraan yang dikecapinya belum puas dan belum bersedia untuk berubah kepada yang terlebih baik.
Adakah kaum ibubapa dan penjaga yang bersalah dalam mendidik anak-anak mereka? Adakah kaum ibubapa pun tidak didedahkan dengan ILMU TASAUF?......sedangkan di negara Turki, Arab Saudi, Sudan, Afrika, Mesir, Iran, Iraq, Indonesia dan lain-lain negara mempamerkan dan mengalu-alukan pengajian Ilmu Tasauf di dalam masyarakatnya dan ianya menjadikan suatu budaya dalam kehidupan seseorang yang beragam Islam.........Kenapa di negara Islam seperti di Malaysia tidak berlaku sedemikian rupa? Apakah kecacatannya? Apakah masalahnya? adakah tidak wujud seseorang yang bertanggungjawab untuk mengubah sesuatu kesesatan dan kejahilan tersebut? Bagaimana pula fungsi majlis agama negeri?
Madad Sidi Syeikh Mukhtar r.a telah meliputi timur dan barat. Bertaburan merata dunia dan setiap tempat dan kawasan. Melalui anak 'roh' Sidi Syeikh yang saban hari mengalunkan zikir dan selawat serta wirid-wirid yang lain. Beruntungnya jika semakin ramai seperti mereka di tempat dan kawasan yang kita diami.
Namun, perjalanan menyebarkan Thorikah ini amat sukar. Bukan semudah berkata-kata yang boleh diucapkan apa sahaja. Tetapi, hakikat ketinggian nilai itu, memang menjadikan ia amat sukar didekati dan dimiliki. Bahkan ramai yang berjaya memilikinya, namun terlepas kerana terleka dan terpedaya dengan keasyikan duniawi. Begitu juga sinar hidayah yang ada pada diri Wali Mursyid Khalifah Rasulullah s.a.w.(penganti baginda).
Pengalaman aku menceritakan segala-gala dalam jiwaku ini bahawa, ketentuan mengatasi kecerdikan. Di mana bila sesuatu itu sudah ditentukan oleh Yang Maha Bijaksana, maka kecerdikan manusia hanya mampu menjadi hiasan semata-mata. Tidak dipakai lagi. Kerana, kecerdikan akal hanya 'kunci' yang dipakai ketika 'membuka' sesuatu, namun tidak diguna lagi selepas berjaya membukanya! Kemudian selepas dapat dibuka, nilai kecerdikan akal akan terkeluar dari kotak pemikiran. Kerana.......................................menjadi rahsia peribadinya
Madad Madad. Madad Ya Sidi Syeikh!
Moga bumi Malaysia akan disirami madad Abal 'Ainain ( Syeikh Ibrahim Qurasy Dusuqy r.a ) yang pernah berkata : " Tidak akan akan sampai hujung usia dunia sehinggalah berkembangnya tarikatku ke masyriqain ( timur dan barat )
Marilah kita sama sama berusaha setakat yang kita mampu agar ada 'saham' yang telah kita sumbangkan dalam perjuangan yang penuh barokah ini. Amin
Maka dengan ini, aku rasa sudah tiba masanya kepada golongan-golongan ahli bertasauf menonjolkan diri masing-masing mengikut daya hikmat dan kebijaksanaan yang diberikan oleh Allah untuk membantu mereka yang memerlukan. Kemudian bersedia memberi khidmat ilmu berlandaskan fakta-fakta ilmu tasauf. Sebagaimana yang telah diterjemahkan oleh seorang yang mulia imam besar al-ghazali yang telah menerbitkan buku ihya'ulumuddin....kandungannya lebih kurang menyebutkan bahawa wajib ke atas setiap muslim mempelajari ilmu tasauf untuk membaiki dirinya dan menghindarkan diri dari melakukan perkara terkeji dan menghiasi diri dengan sifat yang mulia. Dalam erti kata sebenar sifat semulajadi manusia adalah yang lebih layak baginya adalah LEMAH- HINA- JAHIL DAN MISKIN.
Sebagaimana berkata Syeikh Khotim Al-jaiz: 'Barangsiapa mengatakan bahawa ia CINTA kepada Allah, tapi ia tidak mengamalkan apa yg disuruh dan mementingkan akhirat daripada dunia semata-mata, ia adalah PEMBOHONG, Barangsiapa mengatakan bahawa ia masuk akan Syurga, tapi ia bakhil atas hartanya untuk amal kebaikan, ia adalah PENIPU, Barangsiapa yang menCINTAI RASULULLLAH, tapi tidak mahu mengikuti sunnahnya yang dibawa dan dipikul oleh para aulia', maka itu adalah PENDUSTA. Oleh itu jangankan dikatakan dan mendakwa diri boleh rasa kasih dan sayang kepada rasulullah, kepada keluarga anak isteri ibu bapa pun belum tentu dapat diterjemahkan dalam sesebuah rumahtangga.
Maka dengan itu, segala amalan dalam bentuk ibadat zahir dan batin, seluruh waktu mereka tidak ada yang sia-sia kerana sentiasa dipenuhi dengan Asas-Zikir martabat-Zikir tetap-bacaan wirid - meditasi, maka setelah semuanya itu dapat diamalkan dengan istiqamah,ikhlas, jujur pada diri sendiri maka suatu masa nanti mereka akan dapat merasai nikmat hikmat hidayah dan rahmah sebagai WARID.
Buat pengetahuan semua untuk memahami secara kasar status wirid pula dalam pemahaman tasauf adalah dituntut oleh Allah. Maka sesuatu akan berlaku di dalam batinnya sebagai pemberian Allah yang berupa ketenangan, cahaya ilahi, kemanisan, tauhid yang mantap dan hidayah.
Akhir kata, sesuatu yg akan berlaku ke atas batinnya berupa hal-hal yang halus dan bercahaya sehingga denganya menjadi lapanglah dadanya dan bersinarlah hatinya. Perkara ini berlaku disebabkan peraturan kehidupannya sebagai seorang islam mengabdikan diri melalui sumber ilmu syariat melalui pelaksaaan bertasauf iaitu jalan menuju kepada kasih dan cinta kepada Rasulullah lalu tujuannya akan mudah tercapai melalui musyahadah, di mana ia berusaha sedaya upaya untuk memulihkan rohaninya lalu akan mendapat rahsia segala rahsia.
Sebagaimana berkata ulamak bahawa seseorang yang berthorikat itu menjadi medium atau jalan atau jambatan yang menghubungkan antara ilmu syariat yang diamalkan sekarang dengan hakikat kehidupan sebagai seorang manusia yang normal. Syariat yang dilakukan tanpa Tasauf ibarat tubuh badan manusia tanpa roh. Sesungguhnya seseorang yang bertasauf tanpa berthorikah adalah sia-sia.Sesungguhnya thorikah itu adalah sebagai pelengkap kehidupannya sebagai seorang islam yang bersyariat mengikut tatacara yang soheh dan dibenarkan dalam islam.
Pada hari ini pula, kelihatan begitu suram dan tidak diminati oleh sesiapa saja, ramai yang beranggapan ianya suatu pelajaran yang pelik dan sukar utk dipelajari.Sebabnya ramai juga yang membawa ajaran ini ke arah yang tidak sesuai dengan kehendak semasa serta terlalu jauh dari sudut kehidupan duniawi, Ada juga pembawaan mereka seolah-olah jauh menyimpang dari kehendak syariat. Kenapa? Mengapa ini berlaku? Semuanya ini adalah disebabkan tahap pemikiran dan pemahaman masing-masing belum masak ranum di dalam jiwa masing-masing.
Sehubungan dengan itu, sejauhmana pula tahap keberkesanan pelajaran tasauf dalam kehidupan seseorang itu bila mereka belajar dan berguru ? Aku naik hairan dengan maklumat yang aku terima daripada kawan-kawan bahawa ilmu tasauf sukar diterima oleh generasi sekarang dalam maksud 15 tahun kedepan ini, kerana mereka menganggap bahawa keseronokan, kegembiraan yang dikecapinya belum puas dan belum bersedia untuk berubah kepada yang terlebih baik.
Adakah kaum ibubapa dan penjaga yang bersalah dalam mendidik anak-anak mereka? Adakah kaum ibubapa pun tidak didedahkan dengan ILMU TASAUF?......sedangkan di negara Turki, Arab Saudi, Sudan, Afrika, Mesir, Iran, Iraq, Indonesia dan lain-lain negara mempamerkan dan mengalu-alukan pengajian Ilmu Tasauf di dalam masyarakatnya dan ianya menjadikan suatu budaya dalam kehidupan seseorang yang beragam Islam.........Kenapa di negara Islam seperti di Malaysia tidak berlaku sedemikian rupa? Apakah kecacatannya? Apakah masalahnya? adakah tidak wujud seseorang yang bertanggungjawab untuk mengubah sesuatu kesesatan dan kejahilan tersebut? Bagaimana pula fungsi majlis agama negeri?
Madad Sidi Syeikh Mukhtar r.a telah meliputi timur dan barat. Bertaburan merata dunia dan setiap tempat dan kawasan. Melalui anak 'roh' Sidi Syeikh yang saban hari mengalunkan zikir dan selawat serta wirid-wirid yang lain. Beruntungnya jika semakin ramai seperti mereka di tempat dan kawasan yang kita diami.
Namun, perjalanan menyebarkan Thorikah ini amat sukar. Bukan semudah berkata-kata yang boleh diucapkan apa sahaja. Tetapi, hakikat ketinggian nilai itu, memang menjadikan ia amat sukar didekati dan dimiliki. Bahkan ramai yang berjaya memilikinya, namun terlepas kerana terleka dan terpedaya dengan keasyikan duniawi. Begitu juga sinar hidayah yang ada pada diri Wali Mursyid Khalifah Rasulullah s.a.w.(penganti baginda).
Pengalaman aku menceritakan segala-gala dalam jiwaku ini bahawa, ketentuan mengatasi kecerdikan. Di mana bila sesuatu itu sudah ditentukan oleh Yang Maha Bijaksana, maka kecerdikan manusia hanya mampu menjadi hiasan semata-mata. Tidak dipakai lagi. Kerana, kecerdikan akal hanya 'kunci' yang dipakai ketika 'membuka' sesuatu, namun tidak diguna lagi selepas berjaya membukanya! Kemudian selepas dapat dibuka, nilai kecerdikan akal akan terkeluar dari kotak pemikiran. Kerana.......................................menjadi rahsia peribadinya
Madad Madad. Madad Ya Sidi Syeikh!
Moga bumi Malaysia akan disirami madad Abal 'Ainain ( Syeikh Ibrahim Qurasy Dusuqy r.a ) yang pernah berkata : " Tidak akan akan sampai hujung usia dunia sehinggalah berkembangnya tarikatku ke masyriqain ( timur dan barat )
Marilah kita sama sama berusaha setakat yang kita mampu agar ada 'saham' yang telah kita sumbangkan dalam perjuangan yang penuh barokah ini. Amin
Maka dengan ini, aku rasa sudah tiba masanya kepada golongan-golongan ahli bertasauf menonjolkan diri masing-masing mengikut daya hikmat dan kebijaksanaan yang diberikan oleh Allah untuk membantu mereka yang memerlukan. Kemudian bersedia memberi khidmat ilmu berlandaskan fakta-fakta ilmu tasauf. Sebagaimana yang telah diterjemahkan oleh seorang yang mulia imam besar al-ghazali yang telah menerbitkan buku ihya'ulumuddin....kandungannya lebih kurang menyebutkan bahawa wajib ke atas setiap muslim mempelajari ilmu tasauf untuk membaiki dirinya dan menghindarkan diri dari melakukan perkara terkeji dan menghiasi diri dengan sifat yang mulia. Dalam erti kata sebenar sifat semulajadi manusia adalah yang lebih layak baginya adalah LEMAH- HINA- JAHIL DAN MISKIN.
Sebagaimana berkata Syeikh Khotim Al-jaiz: 'Barangsiapa mengatakan bahawa ia CINTA kepada Allah, tapi ia tidak mengamalkan apa yg disuruh dan mementingkan akhirat daripada dunia semata-mata, ia adalah PEMBOHONG, Barangsiapa mengatakan bahawa ia masuk akan Syurga, tapi ia bakhil atas hartanya untuk amal kebaikan, ia adalah PENIPU, Barangsiapa yang menCINTAI RASULULLLAH, tapi tidak mahu mengikuti sunnahnya yang dibawa dan dipikul oleh para aulia', maka itu adalah PENDUSTA. Oleh itu jangankan dikatakan dan mendakwa diri boleh rasa kasih dan sayang kepada rasulullah, kepada keluarga anak isteri ibu bapa pun belum tentu dapat diterjemahkan dalam sesebuah rumahtangga.
Maka dengan itu, segala amalan dalam bentuk ibadat zahir dan batin, seluruh waktu mereka tidak ada yang sia-sia kerana sentiasa dipenuhi dengan Asas-Zikir martabat-Zikir tetap-bacaan wirid - meditasi, maka setelah semuanya itu dapat diamalkan dengan istiqamah,ikhlas, jujur pada diri sendiri maka suatu masa nanti mereka akan dapat merasai nikmat hikmat hidayah dan rahmah sebagai WARID.
Buat pengetahuan semua untuk memahami secara kasar status wirid pula dalam pemahaman tasauf adalah dituntut oleh Allah. Maka sesuatu akan berlaku di dalam batinnya sebagai pemberian Allah yang berupa ketenangan, cahaya ilahi, kemanisan, tauhid yang mantap dan hidayah.
Akhir kata, sesuatu yg akan berlaku ke atas batinnya berupa hal-hal yang halus dan bercahaya sehingga denganya menjadi lapanglah dadanya dan bersinarlah hatinya. Perkara ini berlaku disebabkan peraturan kehidupannya sebagai seorang islam mengabdikan diri melalui sumber ilmu syariat melalui pelaksaaan bertasauf iaitu jalan menuju kepada kasih dan cinta kepada Rasulullah lalu tujuannya akan mudah tercapai melalui musyahadah, di mana ia berusaha sedaya upaya untuk memulihkan rohaninya lalu akan mendapat rahsia segala rahsia.
Sebagaimana berkata ulamak bahawa seseorang yang berthorikat itu menjadi medium atau jalan atau jambatan yang menghubungkan antara ilmu syariat yang diamalkan sekarang dengan hakikat kehidupan sebagai seorang manusia yang normal. Syariat yang dilakukan tanpa Tasauf ibarat tubuh badan manusia tanpa roh. Sesungguhnya seseorang yang bertasauf tanpa berthorikah adalah sia-sia.Sesungguhnya thorikah itu adalah sebagai pelengkap kehidupannya sebagai seorang islam yang bersyariat mengikut tatacara yang soheh dan dibenarkan dalam islam.
Monday, August 9, 2010
PERJALANAN DUNIA AKHIRAT AKAN JADI CACAT DGN SEBAB
Salam sejahtera salam mesra utk semua.
Hari ini saya nk sentuh skit sahaja bayangan tentang kecacatan perjalanan seseorang kepada dunia mahupun akhirat apatah lagi kepada tuhan. Kecacatan yang dimaksudkan ialah setiap perkara yang boleh membatalkan perjalanan hidup ialah hidupnya sentiasa dengan sikap malas- lemah semangat-jemu-riak-takjub dan hijab.
Kehidupan seseorang tidak berusaha mencari sifu untuk mendapatkan nilai musyahadah dengan mentahkikkan hati dengan menilik allah dana zahir dan batin tidak akan tercapai tanpa disirami baja fakir-lemah-hina-jahil........
bagaimana pula ingin mendapatkan apa yg dicita-citakan...adakah ?..kenapakah? mengapakah?bagaimanakah? dimana? apakah?.....
Hari ini saya nk sentuh skit sahaja bayangan tentang kecacatan perjalanan seseorang kepada dunia mahupun akhirat apatah lagi kepada tuhan. Kecacatan yang dimaksudkan ialah setiap perkara yang boleh membatalkan perjalanan hidup ialah hidupnya sentiasa dengan sikap malas- lemah semangat-jemu-riak-takjub dan hijab.
Kehidupan seseorang tidak berusaha mencari sifu untuk mendapatkan nilai musyahadah dengan mentahkikkan hati dengan menilik allah dana zahir dan batin tidak akan tercapai tanpa disirami baja fakir-lemah-hina-jahil........
bagaimana pula ingin mendapatkan apa yg dicita-citakan...adakah ?..kenapakah? mengapakah?bagaimanakah? dimana? apakah?.....
Subscribe to:
Posts (Atom)






